Tag Archives: Demo

Demo Anti Omnibus Law Banten Ricuh

Demo Anti Omnibus Law Banten Ricuh – Demonstrasi mahasiswa tolak Omnibus Law undang-undang cipta kerja (UU Ciptaker) di depan kampus UIN Sultan Maulana Hasanudin (SMH), Serang, Banten coba dibubarkan pihak kepolisian.

Saat melakukan upaya pembubaran tersebut, terjadi bentrok antara massa dan pihak keamanan.

Aksi unjuk rasa mahasiswa itu sendiri berlangsung sejak pukul 15.00 WIB. Hingga berita ini ditulis, aksi bentrok antara massa dan polisi masih terjadi sejak pecah sekitar pukul 19.00 WIB.

Mahasiswa menggelar demonstrasi untuk menolak pengesahan Undang-undang (UU) Cipta Kerja, yang baru saja disetujui pemerintah dan DPR pada Senin, 5 Oktober 2020 kunjungi bloomberg.com.

“Cabut UU Omnibus Law Cipta Kerja, segera terbitkan Perppu Omnibus Law. Sahkan RUU PKS dan wujudkan kampus ramah perempuan,” kata Humas Aksi, Arman Maulana, di sela-sela demonstrasinya pada petang tadi, sebelum dibubarkan pihak kepolisian.

Hingga berita ini ditulis, mahasiswa masih menyemprotkan air mancur ke arah pihak kepolisian dan mengeluarkan kata-kata umpatan. Pihak kepolisian juga masih bertahan di depan kampus UIN SMH Banten, Kota Serang.

Selain itu, di tengah upaya pembubaran tersebut, Kepala Biro Operasi Polda Banten, Kombes Roem Ta’at terkena lemparan batu sehingga kepalanya terluka. Pejabat utama Polda Banten itu pun harus dipapah rekan-rekannya mendapatkan pengobatan di rumah sakit.

“Kena timpuk dari arah kampus, tapi enggak apa-apa. Mahasiswa udah bubar dan masuk ke dalam kampus,” kata Roem Ta’at, di lokasi kejadian, Selasa (6/10).

Selain itu, beberapa massa aksi ditangkap pihak kepolisian. Berdasarkan pantauan, setidaknya dua yang diamankan polisi. Namun, hingga saat ini CNNIndonesia.com belum dapat memverifikasi jumlah orang yang diamankan polisi.

Bentrok itu sendiri terjadi setelah polisi berusaha membubarkan aksi unjuk rasa, dan massa kemudian masuk ke dalam kampus UIN SMH Banten.

Dari dalam lingkungan kampus tersebut, kemudian sejumlah massa terlihat menyemprotkan air, melempari batu hingga kayu ke arah pihak kepolisian, TNI, hingga awak media yang meliput.

Sementara itu, dari arah polisi, terlihat personel melakukan penyemprotan meriam air (water cannon) dan tembakan gas air mata agar massa membubarkan diri.

Masa Demo Bandung Dihadapi dengan Water Cannon

Masa Demo Bandung Dihadapi dengan Water Cannon – Aparat pertahanan melepaskan tembakan dari kendaraan meriam air (water cannon) kepada massa aksi unjuk rasa yang bertahan di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (6/10).

Massa yang berunjuk rasa menolak UU Cipta Kerja tersebut tercerai-berai ke sejumlah ruas jalan di jantung pemerintahan Jawa Barat.

Wilayah dengan radius 500 meter dari Gedung DPRD Jabar yang menjadi konsentrasi massa nampak lengang. Polisi melakukan penyisiran kepada para pengunjuk rasa yang masih melakukan pelemparan batu.

Tidak dapat dilepaskannya tembakan setelah beberapa saat polisi menembakkan mata gas ke sejumlah arah. Tercatat hingga pukul 18.20 WIB massa masih bertahan dikutip nytimes.com.

Aksi unjuk rasa di Kota Bandung dilakukan mengusung protes pengesahan RUU Cipta Kerja yang disahkan menjadi UU pada Rapat Paripurna DPR, Senin (5/10).

Sejak pagi, massa didominasi mahasiswa. Korlap aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam mencari keberadaan UU Ciptaker sendiri-mata menguntungkan kalangan pengusaha, tidak berpihak kepada rakyat kecil, terutama buruh.

Aksi terpantau memuncak hingga sore hari. Jembatan Pasupati sempat merokok hingga lalu lintas lumpuh. Sementara itu, massa yang hingga saat ini bertahan didominasi para pemuda berbaju hitam.

Selain meneriakkan yel-yel revolusi, massa juga melakukan tindakan vandalisme di dinding-dinding Gedung DPRD. Massa juga sempat berupaya merusak pagar dan mencoba menerobos masuk.